Candi – Candi yang ada di Jawa Timur

Candi adalah istilah dalam Bahasa Indonesia yang merujuk kepada sebuah bangunan keagamaan tempat ibadah peninggalan purbakala yang berasal dari peradaban Hindu-Buddha. Bangunan ini digunakan sebagai tempat pemujaan dewa-dewi ataupun memuliakan Buddha. Akan tetapi, istilah ‘candi’ tidak hanya digunakan oleh masyarakat untuk menyebut tempat ibadah saja, banyak situs-situs purbakala non-religius dari masa Hindu-Buddha Indonesia klasik, baik sebagai istana (kraton), pemandian (petirtaan), gapura, dan sebagainya, juga disebut dengan istilah candi. Berikut ini beberapa contoh candi yang harus kalian ketahui yang berada di provinsi Jawa Timur :

Candi Jabung – Probolinggo

Candi Jabung adalah salah satu candi hindu peninggalan kerajaan Majapahit. Candi hindu ini terletak di Desa Jabung, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Candi  yang juga dekat dengan wisata pantai bentar dan arung jeram http://raftingsonga.com/ songa adventure  ini juga memiliki Struktur dari bangunan candi ini yang hanya dari bata merah mampu bertahan hingga ratusan tahun lamanya. Menurut keagamaan, Agama Budha dalam kitab Nagarakertagama Candi Jabung di sebutkan dengan nama Bajrajinaparamitapura. Arsitektur bangunan candi ini hampir serupa dengan Candi Bahal yang ada di Bahal,Sumatera Utara.

Candi Sumberawan – Malang

Candi Sumberawan hanya berupa sebuah stupa, berlokasi di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dengan jarak sekitar 6 km dari Candi Singosari. Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Singhasari dan digunakan oleh umat Buddha pada masa itu. Candi Sumberawan pertama kali ditemukan pada tahun 1904. Pada tahun 1935 diadakan kunjungan oleh peneliti dari Dinas Purbakala. Pada zaman Hindia Belanda pada tahun 1937 diadakan pemugaran pada bagian kaki candi, sedangkan sisanya direkonstruksi secara darurat. Candi Sumberawan merupakan satu-satunya stupa yang ditemukan di Jawa Timur. Bentuk stupa pada Candi Sumberawan ini menunjukkan latar belakang keagamaan yang bersifat Buddhisme.

Candi Tegowangi – Kediri

Candi Tegowangi merupakan candi yang terletak di Desa TegowangiKecamatan Plemahan Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Indonesia. Menurut Kitab Pararaton, candi ini merupakan tempat Pendharmaan Bhre Matahun. Candi ini memiliki ketinggian sekitar 4,35 M dan berukuran 11,20 x 11,20 M. Menelisik dari bentuk bangunan, candi Tegowangi berbentuk bujur sangkar dan menghadap ke barat. Pondasinya terbuat dari batu bata, sedangkan balur kaki dan sebagian tubuh yang tersisa terbuat dari batu andesit.

Candi Ngetos – Nganjuk

Candi Ngetos adalah Candi Hindu yang berada di Ngetos, Nganjuk, Jawa Timur. Candi ini didirikan pada abad ke-15 pada zaman kerajaan Majapahit.  Candi itu dikenal sebagai candi tempat pesemayaman abu jenazah Prabu Hayam Wuruk. Candi tersebut dibuat sebagai tempat pemakaman raja Hayam Wuruk dari Majapahit. Bangunan ini secara fisik sudah rusak, bahkan beberapa bagiannya sudah hilang, sehingga sukar sekali ditemukan bentuk aslinya. Di Candi Ngetos sekarang ini tidak didapati lagi satu arcapun. Namun menurut penuturan beberapa penduduk yang dapat dipercaa, bahwa di dalam candi ini terdapat dua buah arca, paidon (tempat ludah) dan baki yang semuanya terbuat dari kuningan.

Candi Rimbi – Jombang

Candi Rimbi adalah peninggalan agama Hindu dari masa Klasik yang berada di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Candi ini juga sering disebut Cungkup Pulo. Nama Rimbi dikaitkan dengan nama tokoh pewayangan bernama Arimbi, isteri Werkudara atau yang lebih dikenal dengan nama Bima. Candi Rimbi berlokasi di Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. Dan tidak banyak wisatawan yang berkunjung ke situs arkeologi ini. Jumlah pengunjung rata-rata hanya mencapai 100 orang per bulan. Dari lokasi ini pengunjung dapat melihat panorama Gunung Anjasmoro yang terletak di selatan Kota Mojokerto.

Candi Meja – Tulungagung

Candi Meja merupakan sebuah peninggalan purbakala di Kabupaten Tulungagung. Keistimewaan candi ini adalah wujudnya yang berupa altar. Candi Meja terletak di lereng bukit, tidak jauh di atas Gua Selamangleng. Kedua peninggalan ini terletak di Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur