Konfigurasi Pengukuran alat geolistrik

Konfigurasi pengukuran menggunakan alat geolistrik naniura yang umum diunakan dalam kebumian yakni konfigurasi Schlumberger, Wenner, Wenner-Schlumberger serta dipol. Modifikasi dari bentuk konfigurasi Wenner serta konfigurasi Schlumberger bisa dipakai pada system konfigurasi geolistrik yang memakai ketentuan spasi yang konstan dengan catatan aspek untuk konfigurasi ini yaitu perbandingan jarak pada elektroda C1-P1 serta C2-P2 dengan spasi pada elektroda P1-P2. Di mana, a yaitu jarak pada elektroda P1-P2.

Konfigurasi metoda alat geolistrik ini dengan cara efisien jadi konfigurasi Schlumberger saat aspek n jadi 2 dan sebagainya. Hingga ini sesungguhnya adalah gabungan pada konfigurasi Wenner-Schlumberger yang memakai spasi elektroda alat geolistrik yang konstan (seperti yang umumnya dipakai dalam penggambaran penampang resistivity 2D). Selain itu cakupan horizontal tambah baik, penetrasi maksimum dari konfigurasi ini 15 persen tambah baik dari konfigurasi geolistrik Wenner. Serta untuk tingkatkan penyelidikan kedalaman jadi jarak pada elektroda P1- P2 ditingkatkan jadi 2a serta pengukuran diulangi untuk n yang sama hingga pada elektroda paling akhir, lalu jarak pada elektroda P1-P2 ditingkatkan jadi 3a.

Alat yang dipakai dalam uji coba ini yaitu resistivitimeter alat geolistrik naniura, satu gunakan elektroda (elektroda mungkin serta elektroda arus), catu daya, mistar, kabel capit buaya, voltmeter, amperemeter, software ms. excel serta software res2dv. Baca juga, jual alat geolistrik naniura.

Sebelumnya mengawali uji coba, alat geolistrik naniura dirangkai terlebih dulu. Elektroda arus (C1C2) serta elektroda mungkin (P1P2) dipasang pada tanah diawali dengan jarak sebesar 3cm sampai 15cm di mana spasi setiap elektroda nya tidak sama. Dengan sumber memakai catu daya disambungkan ke resistivimeter geolistrik naniura diteruskan ke tiap-tiap elektroda. Amati berapakah arus serta tegangan yang dibuat. Lalu data di proses memakai software res2dv.