Mana yang Terbaik – Minisite VS Multi Product Website

Beberapa bulan mempelajari bisnis affiliate, ternyata ada berbagai macam metode untuk mempromosikan produk menggunakan link affiliate kita. Metode tersebut termasuk yang menggunakan website dan tidak menggunakan website.

Contoh beberapa metode memasarkan produk affiliate tanpa website adalah dengan melakukan video dan article marketing dan menaruh link langsung ke website merchant kita tanpa adanya embel-embel landing pages. Selain itu, penggunaan PPC juga termasuk dalam kelompok yang satu ini.

Belakangan, beberapa perusahaan PPC besar melarang advertisernya memasang iklan dengan link langsung ke web merchant. Walaupun tidak dilarang pun harga cost per clicknya menjadi sangat besar sehingga cara ini menjadi kurang peminatnya.

Saya sendiri menjadi affiliate Amazon dan menggunakan metode yang kedua, yaitu membuat website sebagai perantara visitor dan web merchant. Nah, cara yang kedua ini pun masih bisa dibagi-bagi lagi, baik berdasarkan tipe kontennya (review, product comparison, rebate, dll) ataupun dikelompokan berdasarkan jumlah produk yang kita pasarkan.

Jika suatu website memiliki beberapa produk affiliate, maka saya menyebutnya sebagai multi product website. Sedangkan jika suatu web hanya memiliki satu produk untuk dipasarkan, maka istilahnya adalah Affiliate Minisite. Mungkin ada beberapa istilah lain yang juga digunakan untuk menyebut dua jenis website tadi, namun agar lebih mudahnya pada artikel ini mari kita gunakan istilah tersebut. Langsung ke topik bahasan, dimulai dengan pertanyaan sederhana: Manakah yang lebih bagus antara Affiliate Minisite VS Multi Product Website?

Pertanyaan di atas mendadak muncul di salah satu forum program pembelajaran internet yang saya ikuti, terutama setelah adanya update Google Panda. Kebanyakan mengeluh bahwa website mereka mendapatkan posisi yang buruk di search engine.

Untuk diketahui, program pembelajaran tersebut fokus pada pembuatan website dengan konsep Affiliate Minisite (terutama Amazon).Jawaban saya terhadap pertanyaan di atas adalah: sangat relatif. Baik affiliate minisite maupun multi product website memiliki kelemahan dan kelebihannya sendiri. Oke, sekarang mari kita bahas hal tersebut:

Affiliate Minisite

Kelebihan:

Visitor yang masuk ke dalam minisite sangat tertarget. Oleh karena itu, biasanya minisite memiliki konversi yang lebih tinggi dan lebih cepat daripada multi product website dalam hal pemasaran produk tertentu. Minisite tidak memerlukan ribuan visitor untuk menghasilkan sales. Cara pembuatan minisite mudah dan cepat karena hanya memiliki beberapa halaman konten saja.

Kelemahan:

Relatif boros. Satu minisite sama dengan satu produk spesifik. Artinya jika kita hendak memasarkan 10 produk dengan konsep minisite, maka kita perlu membeli 10 domain. Karena adanya google panda yang menyukai update konten, maka posisi website tipe ini semakin terancam. Minisite akan mati ketika trend produk tersebut juga mati.

Multi Product Website

Kelebihan:

Hemat domain ketika kita memasarkan produk lain dengan niche yang sama dengan niche website tersebut. Misalnya, ketika Anda ingin memasarkan garmin 265w, garmin nuvi 3790lmt, dan garmin-garmin lainnya, Anda hanya perlu membeli domain dan membuat posting baru untuk setiap hendak memasarkan produk Garmin.

Jika Anda membangun multi product website dengan benar, maka Anda hanya memerlukan beberapa website dengan tipe tersebut untuk menghasilkan penghasilan yang besar. Hal ini terutama terjadi jika website Anda sudah sering muncul di top search engine position untuk banyak keyword produk yang Anda pasarkan di website tersebut. Ide update sangat banyak terutama ketika ada produk-produk baru bermunculan di niche yang Anda ambil. Ingat, Google Panda suka website yang diupdate.

Kekurangan:

Website multi product bukan untuk orang yang menginginkan hasil cepat. Salah seorang praktisi website tipe ini bahkan mengatakan setidaknya dibutuhkan waktu 3-4 bulan untuk melihat hasil dari website tersebut. Hal inipun tergantung konsistensi Anda dalam melakukan optimasi baik on page dan off page. Khusus untuk on page, tentu yang paling terutama adalah masalah update konten.

Website multi product sudah tentu mengambil keyword utama yang agak general, misalnya Heart Rate Monitor atau Buy Pet Toys. Keyword-keyword tersebut cenderung memiliki persaingan yang lebih tinggi jika dibandingkan keyword yang digunakan pada konsep minisite. Sedikit banyak, penguasaan ilmu SEO sangat diperlukan.

Keyword agak general yang sebelumnya disebutkan bukanlah merupakan keyword yang nilainya paling tinggi. Biasanya visitor yang mengetikan keyword tersebut masih berada pada “comparing stage” alias sedang mencari-cari tipe produk yang cocok untuk mereka. Artinya, jangan harap 100-200 visitor sudah cukup untuk menghasilkan sales pada website tipe ini. Anda membutuhkan banyak trafik agar website dengan tipe seperti ini menghasilkan konversi yang lumayan.

Dapat dilihat bahwa kedua konsep tersebut memiliki plus minusnya sendiri. Artinya, saya tidak dapat menyebutkan siapa pemenang diantara kedua konsep website tersebut. Saya mengenal beberapa orang yang sangat sukses dengan multi product websitenya, namun saya juga mengenal orang-orang yang telah sukses dengan minisitenya.

Metode mana yang cocok untuk Anda? Jika Anda menginginkan hasil yang cepat, maka minisite adalah metode yang saya sarankan. Namun apabila Anda terlalu khawatir dengan google panda dan cukup sabar dalam menginvestasikan waktu dan tenaga untuk pengembangan suatu website, maka website multi product adalah pilihan tepat untuk Anda. Nah, manakah yang Anda pilih?